ATMOSFER

 Kami ingin menciptakan ruang
abu-abu yang sesungguhnya, dimana ruang publik dan privat mampu menyatu. Ruang
yang selama ini hilang dalam kultur jogja, ruang tanpa batas, dimana sapaan, “
Dari mana…?” atau “ Sedang apa…..?” bukan dinilai sebagai pengusikan
kehidupan pribadi, tetapi secara persepsional menjadi sapaan umum akan sebuah
perhatian dan kehangatan dalam suasana kekerabatan.

 

Kekerabatan tersebut tak lain kata
adalah sebuah komunitas terbentuk, komunitas yang akan hidup terus meskipun
tanpa ada ikatan darah, komunitas yang saling memiliki dan memperhatikan,
komunitas yang akan menciptakan sebuah brand
image
secara intra-personal
maupun extra-personal—tak lekang
waktu.

 

Penciptaan sebuah brand image !

 

Brand image inilah
yang sejujurnya menjadi kunci utama coffee
shop
kami dalam menjaring pelanggan, romantisme sentimentil Jogja sebagai

kota


pendidikan, budaya dan wisata. Suasana Jogja masa lalu inilah yang diharapkan
terwujud dalam konsep sinergi coffee shop
dan toko buku Togamas dimana membaca sembari menyeruput wedang jahe dan olah
seni terapresiasi bisa dianggap sebagai sekeping surga di bumi.

 

Bisa jadi itu masa lalu, dimana akses
terhadap media informasi sangatlah sedikit, televisi, internet dan tempat
hiburan belumlah ada atau memadai. Mungkin saja kami bermimpi, tapi ini bukan
mimpi tanpa perwujudan, sebab kami telah memulainya dengan memilih segmen
kepada mereka yang mencintai buku sebagai sebuah dunia tersendiri dan mencari
suasana yang mendukung dalam rasa untuk memasukinya, tanpa menutup diri bagi
mereka yang memilih buku sebagai sarana untuk segera lulus dari bangku
pendidikan.

 

Disini, kami memiliki target khusus,
yaitu : seniman dan mahasiswa, dimana senimanlah yang melahirkan buku dan
membantu mahasiswa/pelajar–sebagai pasar buku–  untuk tidak hanya memahami, tetapi juga
merasakan esensi yang ingin disampaikan sang penulis, diharapkan dalam jangka
waktu delapan bulan, embrio atas sebuah komunitas pembelajar dan loyal pun akan
mulai terbentuk.

 

Mengenai positioning, itu hanyalah
soal waktu dimana sebuah desas-desus dan loyalitas tentu saja akan menciptakan brand image yang menguntungkan dalam
jangka menengah hingga jangka panjang bagi toko buku Togamas sendiri, pun juga kami
sebagai pengelola coffee shop. Dimana–kami
yakin–mereka akan menjadi konsumen loyal, yang meskipun sudah tidak tinggal di
Jogja, tetapi tetap memiliki kenangan positif terhadap Togamas. Maka, kami
tidak akan hanya berpangku tangan, kami akan melakukan promosi melalui mutu,
harga dan suasana nan berkesinambungan dalam waktu dan setiap kegiatan yang
kami lakukan.

2 Responses to “ATMOSFER”

  1. FA Jar Says:

    Djendelo mmg mempunyai sebuah karakter yg membedakan dengan tempat lain. Di mana yang saya harap tuk wujudkan misi yang di pikul oleh Management. Hal ini saya kira tak harus di bentuk, karena mmg terbentuk dari semua karya dan mimpi yang ada di dalamnya. Amen

  2. djendelo Says:

    tjotjoe fadjar memang paling toppp !! tjerdas boww…

Leave a Reply